Senin, 12 September 2016

Cakalang Pampis

Cakalang pampis adalah salah satu masakan tradisional yang berasal dari Manado - Sulawesi Utara. Sajian ini berupa ikan cakalang yang disuwir-suwir dengan bumbu khas Manado. Seperti yang kita ketahui bahwa masakan Manado sebenarnya bumbunya cukup sederhana tapi kaya akan rempah daun. Hal ini yang membuat cita rasanya jadi luar biasa enak. Untuk membuat pampis, sebenarnya tidak harus menggunakan ikan cakalang. Kita bisa memakai ikan yang mempunyai daging tebal dan durinya sedikit, contohnya adalah tongkol. Selain itu kita bisa memakai tenggiri atau kakap bila suka. Di Manado, ikan cakalang selain banyak diolah menjadi cakalang pampis, sering juga diolah menjadi cakalang fufu atau cakalang asap. Sedangkan menu cakalang pampis ini juga bisa digunakan sebagai isian jajanan khas Manado, diantaranya adalah lalampa dan panada.  Inspirasi memasak memang bisa datang dari mana saja. Salah satunya menurutku ya datang pada saat kita berbelanja. Beberapa hari yang lalu ketika berbelanja di pasar tradisional, aku lihat ada ikan cakalang yang masih terlihat segar. Yang terbayang saat itu adalah menu cakalang pampis yang syedap ini hehehe. Cakalang pampis yang dimasak kering dan ditempatkan di wadah kedap udara serta disimpan di kulkas bisa jadi menu darurat di kala malas masak lho. Cukup panaskan sebentar dan sajikan bersama nasi hangat, hmmm....menu daruratnya bisa bikin nambah-nambah hehehe.  CAKALANG PAMPIS Bahan : 2 ekor ikan cakalang ukuran sedang (kurleb 1 kg) 1 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan 10 helai daun jeruk, buang tulang daunnya dan iris halus 2 helai daun kunyit, iris halus 2 helai daun pandan, iris halus 1 genggam daun kemangi garam dan gula pasir secukupnya 2 sdm minyak untuk menumis Bumbu Halus : 12 butir bawang merah 7 siung bawang putih 5 cabe merah keriting 5 cabe merah besar 5 cabe rawit 2 cm jahe 2 cm kunyit Cara Membuat : - Bersihkan ikan cakalang, kemudian kukus hingga matang selama kurang lebih 30 menit. Dinginkan dan suwir-suwir. Sisihkan. Berat bersih setelah disuwir ini kurleb 300 gr.  - Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Pastikan bumbu ditumis hingga matang ya agar nanti aroma bumbu tidak langu. Bisa ditambahkan minyak seperlunya apabila minyak sudah menyusut sementara bumbu belum matang. - Masukkan serai, daun pandan, daun kunyit dan daun jeruk. Aduk hingga rata. - Bumbui dengan garam dan gula pasir. - Masukkan ikan suwir. Aduk rata dan test rasa.  - Masak hingga bumbu meresap dan ikan menjadi kering. Sesaat sebelum diangkat, masukkan daun kemangi dan masak sebentar hingga daun kemangi layu. - Angkat dan siap disajikan.


Cakalang suwir pedas

Bahan:
850 g daging ikan cakalang asap, suwir kasar
50 ml minyak untuk menumis
1 bh jeruk limau, peras airnya
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
minyak untuk menggoreng
10 bh cabai merah keriting, iris serong tipis, goreng
1 papan petai, iris tipis, goreng
Bumbu Halus:
12 bh bawang merah
7 siung bawang putih
3 cm lengkuas, memarkan
5 bh cabai merah besar
4 lbr daun jeruk, iris tipis
1 sdm ebi, rendam hingga lunak
3 bh cabai rawit merah, iris tipis
1 btg serai, ambil bagian putih memarkan
Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus bersama lengkuas, daun jeruk, cabai rawit, dan serai. Aduk hingga beraroma harum.
2. Masukkan ikan cakalang suwir, aduk rata. Masak di atas api kecil hingga cairan berkurang.
3. Bubuhi dengan garam, merica, dan air jeruk limau, aduk rata. Masak campuran cakalang hingga kering . Angkat.
4. Panaskan minyak banyak. Goreng ikan hingga garing. Angkat. Tiriskan. Dinginkan. Campurkan dengan cabai goreng dan petai, aduk rata. Simpan dalam stoples.
500 gram 65 menit


Apa itu ikan roa

Ikan Roa adalah ikan laut jenis ikan terbang yang dapat ditemui di perairan laut Utara Pulau Sulawesi sampai dengan Kepulauan Maluku.
Ikan Roa atau Ikan Gepe biasa disebut oleh orang Ternate Maluku Utara adalah Ikan Galafea. Akan tetapi banyak orang yang menyebutnya dengan nama Ikan Julung-Julung atau dengan nama latin Hemiramphus Brasiliensis.
Ikan Julung-Julung (suku Hemiramphidae)  memiliki ciri khas yang menjadi petunjuk penting, yaitu rahang bawahnya meruncing ke depan, lebih panjang daripada rahang atasnya. Di Alam, Ikan Julung-Julung merupakan mangsa bagi ikan Hiu, ikan Todak, serta ikan Makerel.
Walaupun belum banyak penelitian tentang ikan ini, akan tetapi soal rasa ikan ini (Roa/Galafea/Julung-Julung) sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa keistemewaan dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia bahkan mancanegara. Keistimewaan masakan Ikan Roa adalah sensasi perpaduan rasa ikan laut yang sudah diasapkan dengan rasa pedas yang menjadi ciri khas masyarakat “Celebes”.